TAUBAT
Taubat itu wajib atas setiap muslim laki-laki dan muslim
perempuan.
Allah Ta'ala berfirman:
توبوا إلى الله توبة نصوحًا
"Bertaubatlah kamu sekalian dengan taubat yang semurni-murninya."
At-Tahrim: Perintah itu berarti wajib.
Allah Ta'ala berfirman:
ولا تكونوا كالذين نسوا الله فأنساهم
أنفسهم
"Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa akan
diri sendiri." Al-Hasyr: 19
Yakni janganlah kamu menjadi orang-orang yang berjanji
kepada Allah dan mencampakkan kitab-Nya di belakang punggung mereka sehingga
Allah membuat mereka lupa keadaan mereka. Maka mereka tidak mencegah diri
mereka dari perbuatan mungkar dan tidak berbuat kebaikan.
Nabi SAW bersabda:
من أحب لقاء الله أحب الله لقاءه ومن
كره لقاء الله كرة الله
لقاءه
"Barangsiapa suka berjumpa dengan Allah, maka Allah
suka berjumpa dengan-Nya. Dan siapa yang tidak suka berjumpa dengan Allah, maka
Allah tidak suka berjumpa dengannya."
أولئك هم الفاسقون
"Mereka itulah orang-orang yang fasik." Al-Hasyr:
19
Yakni orang-orang yang durhaka dan melanggar janji mereka,yakni
keluar dari jalan hidayah, rahmat dan ampunan.Orang fasik yang kafir ialah
orang yang tidak beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan keluar dari hidayah dan
masuk dalam kesesatan.
Allah Ta'ala berfirman:
ففسق عن أمر ربه
"Maka ia mendurhakai perintah Tuhannya.".
Al-Kahfi: 50
Yakni keluar dari menaati perintah Tuhannya agar beriman.Sedangkan
orang fasik yang fajir ialah orang yang minum khamar dan makan makanan haram,
berzina dan mendurhakai Allah Ta'ala, keluar dari jalan ibadah dan masuk dalam
maksiat dan tidak melakukan syirik.Beda antara keduanya ialah orang fasik yang
kafir tidak bisa diharapkan ampunan baginya, kecuali dengan mengucapkan kalimat
syahadat dan bertaubat sebelum ia mati.Orang fasik yang fajir bisa diharapkan
ampunan darinya dengan bertaubat dan menyesal sebelum mati. Setiap maksiat yang
berasal dari keinginan nafsu bisa diharapkan ampunannya dan setiap maksiat yang
berasal dari kesombongan tidak bisa diharapkan ampunannya. Kedurhakaan iblis
berasal dari kesombongan. Maka patutlah engkau bertaubat dari dosa-dosamu
sebelum mati dengan harapan Allah menerima taubatmu.
Allah Ta'ala berfirman:
وهو الذي يقبل التوبة عن عباده ويعفو
عن السيئات
"Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya
dan memaafkan kesalahan-kesalahan." Asy-Syuura: 25
Nabi SAW bersabda:
التائب من الذنب كمن لا ذنب له
"Orang yang bertaubat dari dosa seperti orang yang
tidak berdosa."
Diceritakan bahwa seorang lelaki setiap kali melakukan dosa,
ia menulis dosanya dalam buku catatannya. Pada suatu hari ia melakukan suatu
dosa. Maka ia membuka catatannya untuk menulisnya di situ. Namun ia tidak
menemukan di situ kecuali firman Allah Ta'ala:
.(70 :Al-Furqan) فأولئك يبدل
الله سيئاتهم حسنات
Yakni Allah mengganti syirik dengan iman dan perbuatan zina dengan
maaf dan kedurhakaan dengan perlindungan dan ketaatan.
Diceritakan bahwa Umar ibnul Khaththab r.a. pada suatu waktu
lewat di jalan Madinah. Kemudian ia bertemu seorang pemuda yang membawa sebuah
botol di bawah bajunya. Maka Umar berkata: Hai anak muda, apa yang kau bawa di bawah
bajumu?
Botol itu berisi khamar. Maka pemuda itu merasa malu untuk mengatakan
khamar.
la berkata: Ya Tuhanku, jangan buat aku malu di depan Umar
dan jangan cemarkan aku dan tutupi kesalahanku di depannya dan aku tidak akan
minum khamar selamanya.
Kemudian ia berkata: Ya Amirul mukminin, yang aku bawa ini adalah
cuka.
Umar berkata: Tunjukkan kepadaku supaya aku melihatnya. Maka
pemuda itu membukanya di hadapan Umar. Ternyata Umar melihatnya sudah menjadi
cuka. Lihatlah seorang makhluk yang bertaubat karena takut makhluk,kemudian
Allah Subhanahu wa Ta'ala mengganti khamarnya dengan cuka, karena Allah mengetahui
keikhlasan taubatnya. Andaikata orang durhaka yang bangkrut bertaubat dari
perbuatan yang rusak dengan taubat yang sungguh dan menyesali dosanya, maka Allah
Subhanahu wa Ta'ala mengganti khamar yang menimbulkan dosanya dengan cuka yang
menimbulkan ketaatan. Diceritakan dari Abi Hurairah r.a., ia berkata: Pada
suatu malam aku keluar setelah mengerjakan shalat Isya' akhir bersama
Rasulullah SAW. Tiba-tiba aku berjumpa seorang perempuan di jalan. la berkata:
Hai Aba Hurairah, aku telah berbuat suatu dosa.
Apakah aku bisa bertaubat?
Aku berkata: Apa dosamu?
Perempuan itu menjawab: Aku telah berzina dan membunuh anakku
dari hasil perzinahan itu.
Maka aku berkata: Engkau telah binasa dan membinasakan. Demi
Allah, engkau tidak bisa bertaubat.
Tiba-tiba perempuan itu jatuh pingsan.
Aku terus berjalan dan berkata dalam hatiku: Aku berani
berfatwa sedangkan Rasulullah SAW berada
di tengah kami.Maka aku kembali kepada Rasulullah SAW menceritakan kejadian itu
kepadanya.Maka beliau berkata: Engkau telah binasa dan membinasakannya.
Di mana engkau dari ayat ini:
والذين لا يدعون مع الله إلها آخر «
فأولئك يبدل الله
سيئاتهم حسنات -
"dan orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah
dengan sembahan lain, maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan."
Al-Furqan: 68, 70
Kemudian aku keluar dan berkata: Siapa bisa menunjukkan kepadaku
orang perempuan yang menanyakan satu masalah kepadaku, sementara anak-anak
kecil berkata: Abu Hurairah sudah gila, hingga aku menemukannya dan
memberitahukan jawaban itu kepadanya. Perempuan itu menjerit karena gembira. la
berkata: Aku mempunyai sebidang kebun. Aku jadikan itu sodaqoh bagi Allah dan
rasul-Nya.
Diceritakan tentang Atabah al-Ghulam rahimahullah. la dulu seorang
yang fasik dan fajir dan terkenal kerusakannya dan suka minum khamar. Pada
suatu hari ia memasuki majelis Hasan Al-Bashri di saat ia sedang membaca
tentang penafsiran firman Allah Ta'ala:
ألم يأن للذين آمنوا أن تخشع قلوبهم
لذكر الله
"Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman
untuk tunduk hati mereka mengingat Allah." Al-Hadid: 16
Yakni belumkah datang waktunya hati mereka merasa takut kepada
Allah?
Kemudian Asy-Syeikh menasihati dalam menafsirkan ayat dengan
nasihat yang dalam hingga membuat orang-orang menangis. Tiba-tiba berdiri
seorang pemuda di antara mereka. Ia berkata: Wahai orang mukmin yang bertakwa,
apakah Allah Ta'ala menerima orang fasik yang fajir seperti aku apabila
bertaubat?
Asy-Syeikh menjawab: Ya. Allah menerima taubat dari
kefasikan dan kefajiranmu.Ketika Atabah Al-Ghulan mendengar perkataan ini,
wajahnya pucat dan gemetar sekujur badannya. Maka ia pun menjerit dan jatuh pingsan.
Ketika sadar, Al-Hasan mendekatinya dan mengucapkan
bait-bait ini:
أتدرى ما جزاء ذوى المعاصي
أيا شابا لرب العرش عاصی
وغيظ يوم يؤخذ بالتواصى
سعير للعصاة لها زفير
فإن تصبر على النيران فاغصه وإلا كن عن
العضيان قاصى
رهنت النفس فاجهد في الخلاص
وفيما قد كسبت من الخطايا
Hai pemuda yang durhaka kepada Tuhan pemilik Arsy
tahukah engkau apa balasan pelaku maksiat
neraka yang mengeluarkan suara bagi orang-orang durhaka
dan amarah pada hari ubun-ubun manusia dipegang
jika engkau sabar atas api neraka, maka durhakalah
kepada-Nya
kalau tidak sabar, maka menjauhlah dari kedurhakaan
adapun dosa-dosa yang sudah engkau lakukan
engkau telah menggadaikan dirimu,
maka berusahalah sekuat tenaga untuk selamat
Atabah menjerit sekeras-kerasnya dan jatuh pingsan. Ketika
sadar, ia berkata: Ya Syeikh, apakah Tuhan Yang Maha Penyayang menerima taubat
orang yang hina seperti aku?
Asy-Syeikh menjawab: Apakah ada yang menerima taubat hambav yang
berdosa selain Tuhan Yang Maha Pemaaf?
Kemudian Atabah mengangkat kepalanya dan mengucapkan tiga doa:
Pertama: Ya Tuhanku, jika Engkau menerima taubatku
dan aku dengan mengampuni dosa-dosaku, maka muliakanlah pemahaman dan hafalan
hingga aku hafal semua ilmu dan Al-Qur'an yang aku dengar.
Kedua Ya Tuhanku, muliakanlah aku dengan suara yang
bagus hingga setiap orang yang mendengar bacaanku bertambah lembut hatinya
meskipun keras hatinya.
Ketiga. la berkata: Ya Tuhanku, muliakanlah aku
dengan rezeki halal dan berilah aku rezeki dari jalan yang tidak aku sangka.Maka
Allah mengabulkan semua doanya hingga bertambah pemahaman dan hafalannya.
Apabila Atabah membaca Al-Qur'an, bertaubatlah siapa yang mendengar bacaannya.
Setiap hari di rumahnya diletakkan semangkuk kuah dan dua potong roti. Tidak ada
seorang pun yang tahu siapa yang meletakkannya. la tetap dalam keadaan ini
hingga meninggalkan dunia ini. Inilah keadaan orang yang bertaubat kepada Allah
Ta'ala, karena Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat kebaikan. Seorang
ulama ditanya: Apakah hamba tahu ketika bertaubat apakah taubatnya diterima
atau ditolak? la menjawab: Tidak ada ketentuannya mengenai hal itu. Akan tetapi
hal itu mempunyai tanda-tanda, yaitu ia melihat dirinya terpelihara dari
maksiat dan hatinya merasa gembira Ketika menyendiri, sedangkan Ar-Rabb
menyaksikan.la mendekati orang baik dan menjauhi orang fasik. Ia melihat dunia yang
sedikit itu banyak dan amal akhirat yang banyak itu sedikit. Ia melihat dirinya
sibuk mengerjakan kewajiban yang ditetapkan Allah Ta'ala atasnya. Ia selalu
menjaga lidahnya, selalu berpikir dan merasa sedih dan menyesal atas dosa-dosa
yang dulu dilakukannya.