TENTANG KESABARAN & PENYAKIT
Barang siapa ingin selamat dari siksa Allah dan mendapat
pahala dan rahmat-Nya serta memasuki surganya, hendaklah ia mencegah dirinya
dari kesenangan-kesenangan dunia dan bersabar atas berbagai kesulitan dan
musibahnya.
Allah Ta'ala berfirman:
والله يحب الصابرين
"Dan Allah menyukai orang-orang yang sabar."
Sabar ada beberapa macam: Sabar dalam menaati Allah, sabar dalam
menjauhi larangan-Nya, sabar dalam menghadapi musibah pada kejadian pertama.
BACA JUGA: 5 hal yang harus di pelajari untuk pemula sebelum terjun ke dunia saham
Maka siapa yang sabar dalam menaati Allah Ta'ala, ia pun
diberi 300 derajat di surga oleh Allah Ta'ala pada hari kiamat, setiap derajat sejauh
antara langit dan bumi.Barang siapa sabar dalam menjauhi larangan-larangan
Allah, ia pun diberi 600 derajat oleh Allah pada hari kiamat, setiap derajat seperti
antara langit ketujuh dengan bumi ketujuh.Baran gsiapa bersabar atas musibah,
Allah Ta'ala memberinya 700 derajat di surga pada hari kiamat, setiap derajat
antara Arsy dan dasar bumi. Diriwayatkan dari Nabi SAW bahwa beliau
bersabda:
يقول الله تعالى: ما من عبد نزلت به
بلية فاعتصم بى إلا
أعطيته قبل أن يسألنى واستجبت له قبل
أن يدعونى وما
من عبد نزلت به بلية فاعتصم بمخلوق
ذوني إلا أغلقت له
أبواب السماء عليه
"Allah Ta'ala berfirman: Tidaklah seorang hamba
ditimpa cobaan,lalu berlindung dengan-Ku, melainkan Aku memberinya sebelum ia meminta
dari-Ku dan Aku kabulkan doanya sebelum ia berdoa kepada-Ku. Tidaklah seorang
hamba mengalami cobaan, lalu berlindung dengan makhluk tanpa Aku, melainkan Aku
menutup pintu-pintu langit di atasnya."
Maka orang berakal wajib bersabar dalam menerima cobaan dan tidak
mengeluh supaya selamat dari siksa dunia dan akhirat. Karena cobaan terberat
adalah atas para nabi dan auliya'.
Al-Junaid Al-Baghdadi rahimahullah berkata: Cobaan
itu lampu bagi para Arifin dan kesadaran bagi para murid, kebaikan bagi kaum mukminin
dan kebinasaan bagi orang-orang yang lalai. Tidaklah seseorang merasakan
manisnya iman hingga ia mengalami cobaan. ridha dan sabar.
Nabi SAW bersabda:
من مرض ليلة فصبر ورضي من الله تعالى
خرج من ذنوبه
كيوم ولدته أمه. فإذا مرضتم فلا تتمنوا
العافية
"Barangsiapa sakit semalam, lalu bersabar dan ridha
kepada Allah Ta'ala, ia pun keluar dari dosa-dosanya seperti hari ketika ia
dilahirkan oleh ibunya. Maka jika kalian sakit, janganlah mengharapkan
kesehatan."
Adh-Dhahhak berkata: Barangsiapa tidak mendapat
cobaan antara setiap empat puluh malam atau mengalami kesusahan atau musibah,
maka ia tidak mempunyai kebaikan di sisi Allah.Diriwayatkan
dari Mu'adz bin Jabal r.a., ia berkata: Apabila Allah menguji hamba yang
mukmin dengan penyakit, Allah berkata:Katakan kepada malaikat di sebelah
kiri, angkat penamu darinya.Dan Allah berkata kepada malaikat di sebelah kanan:
Tulislah bagi hamba-Ku amal terbaik yang dilakukannya.Disebutkan dalam khabar
dari Nabi SAW: Apabila hamba sakit,Allah mengutus dua malaikat kepadanya.Allah
berkata: Lihatlah oleh kamu berdua apa yang dilakukan hamba-Ku. Jika ia
mengucapkan Alhamdulillah, maka ucapan itu dilaporkan kepada Allah, sedangkan
Dia lebih tahu.Maka Allah berkata: Aku menjamin untuk hamba-Ku jika Aku mematikannya
akan memasukkannya ke dalam surga. Dan jika Aku menyembuhkannya, maka Aku akan
mengganti baginya daging yang lebih baik daripada dagingnya dan darah yang
lebih baik daripada darahnya dan Aku akan menghapus kesalahan-kesalahannya.Diceritakan
bahwa di kalangan bani Israel ada seorang lelaki yang fasik. Ia tidak berhenti
dari kefasikannya hingga gemparlah penduduk kotanya dan mereka tidak mampu
mencegahnya dari perbuatannya yang fasik.Maka mereka memohon dengan sangat
kepada Allah Ta'ala.Kemudian Allah Ta'ala mewahyukan kepada Musa alaihis salam bahwa
di kalangan bani Israel ada seorang pemuda fasik, maka keluarkan dia dari kota
mereka supaya mereka tidak ditimpa api disebabkan kefasikannya.Maka datanglah
Musa alaihis salam, lalu mengusirnya dari kota itu. Pemuda itu pergi ke desa
lain. Kemudian Allah menyuruh Musa mengeluarkannya dari desa itu. Maka Musa
alaihis salam mengusirnya Kemudian pemuda itu pergi ke sebuah padang yang luas,
tidak ada manusia, tanaman, binatang liar maupun burung.Kemudian pemuda itu
sakit di padang itu tanpa ada pembantu yang membantunya. la berbaring di atas
tanah dan meletakkan kepalanya di atasnya dan berkata: Andai kata ibuku berada
di dekat kepalaku, niscaya ia menyayangiku dan menangis atas kehinaanku.Andai kata
ayahku hadir, niscaya dia membantuku dan mengerjakan urusanku. Andai kata
istriku hadir, niscaya dia menangis karena berpisah denganku. Andaikata
anak-anakku hadir di sisiku, niscaya mereka menangis di belakang jenazahku dan
mereka mengatakan:
Ya Allah, ampunilah ayah kami yang asing dan lemah, yang
durhaka dan fasik dan terusir dari kotanya ke sebuah desa dan dari desa ke sebuah
padang luas dan dari padang yang luas keluar dari dunia menuju akhirat dengan
putus asa dari segala sesuatu.Ya Allah, Engkau memutusku dari ibuku dan
anak-anakku serta istriku, maka janganlah memutusku dari rahmat-Mu.
Sesungguhnya Engkau telah membakar hatiku dengan meninggalkan mereka.Maka
janganlah Engkau membakarku dengan api-Mu karena kedurhakaanku.Kemudian Allah
Ta'ala mengirim untuknya seorang bidadari dalam bentuk ibunya, seorang bidadari
dalam bentuk istrinya, anak-anak dalam bentuk anak-anaknya dan seorang malaikat
dalam bentuk ayahnya. Mereka duduk di dekatnya dan menangisinya. Pemuda itu berkata:
Ini ayahku, ibuku, istri dan anak-anakku hadir di dekatku.Hatinya merasa senang
dan ia pun sampai kepada rahmat Allah Ta'ala dalam keadaan suci dan diampuni.Kemudian
Allah Ta'ala mewahyukan kepada Musa alaihis salam:Pergilah ke padang
begini dan tempat begini. Telah meninggal di situ seorang wali. Datangilah dia
dan kerjakan urusannya dan kuburlah dia.Ketika Musa tiba di tempat itu, ia
melihat pemuda yang diusirnya dari kota dan desa dengan perintah Allah Ta'ala
dan melihat bidadari di sekelilingnya. Maka Musa alaihis salam berkata: Ya
Tuhanku, bukankah ini adalah pemuda yang aku usir dari kota dan desa dengan
perintah-Mu? Maka Allah Ta'ala menjawab: Hai Musa, sesungguhnya Aku kasihan padanya
dan Aku telah mengampuninya disebabkan keluhannya di tempatnya dan
perpisahannya dengan kampung halamannya, ibu,ayah dan anak-anaknya serta
istrinya.Aku mengirim kepadanya bidadari dalam bentuk ibunya, malaikat dalam
bentuk ayahnya dan bidadari dalam bentuk istrinya. Mereka mendoakan rahmat atas
kehinaannya di tempat pengasingannya.Sesungguhnya apabila orang asing
(terlantar) meninggal, ia pun ditangisi oleh penghuni langit dan bumi karena
kasihan padanya. Maka bagaimana Aku tidak kasihan padanya, sedangkan Aku adalah
Tuhan Yang Maha Penyayang di antara para penyayang?
BACA JUGA:5 modal sukses dakwah Nabi muhammad saw di Mekkah
Apabila orang asing (terlantar) mengalami sakratul maut,
Allah Ta'ala berkata: Hai para malaikat-Ku, orang ini musafir yang terlantar.la
tinggalkan anak-anaknya, keluarga dan ibu bapaknya. Apabila ia meninggal, tidak
ada seorang pun yang menangisinya dan tidak bersedih.Kemudian Allah menjadikan
seorang malaikat dalam bentuk ayahnya, seorang bidadari dalam bentuk ibunya dan
seorang dalam bentuk anaknya dan seorang alam bentuk kerabatnya. Mereka masuk
kepadanya. Kemudian ia membuka kedua matanya. Maka ia melihat ibu bapaknya dan
anak-anaknya. Hatinya merasa senang dan ruhnya keluar dengan gembira.Kemudian
apabila jenazahnya keluar, mereka mengantarkannya dan mendoakan baginya di atas
kuburnya sampai hari kiamat.
Itulah makna firman Allah Ta'ala:
الله لطيف بعباده
"Allah Maha Lembut terhadap hamba-hamba-Nya."
Asy-Syuura: 19
Ibnu Atha' berkata: Kebenaran hamba dapat diketahui Bersama kebohongannya
di waktu-waktu mengalami cobaan dan kesenangan.Barangsiapa yang bersyukur di
hari-hari kesenangan dan resah di hari-hari cobaan, maka ia termasuk pendusta.Andaikata
berkumpul pada seseorang ilmu jin dan manusia,kemudian ia ditimpa cobaan dan
menampakkan keluhan atas cobaan itu, maka ilmu dan amalnya tidak bermanfaat
baginya sebagaimana
disebutkan dalam hadits Qudsi. Allah Ta'ala berfirman:
من لم يرض بقضائي ولم يشكر لعطائي
فليطلب ربا سوائی
"Barangsiapa tidak ridha dengan keputusan-Ku dan tidak
bersyukur atas pemberian-Ku, biarlah dia mencari Tuhan selain Aku."Diceritakan
oleh Wahab bin Munabbih bahwa seorang nabi beribadah kepada Allah selama 50
tahun. Kemudian Allah mewahyukan kepadanya: Aku telah mengampunimu.
Maka nabi itu berkata: Ya Tuhanku, mengapa Engkau mengampuniku,
padahal aku tidak pernah berdosa?
Kemudian Allah menyuruh memukul uratnya dan ia pun tidak tidur
di malam itu.Malaikat Subuh datang kepadanya. Maka nabi itu mengeluh kepadanya
atas rasa sakit yang dialaminya pada urat itu.Malaikat itu berkata: Tuhanmu
berkata kepadamu: Ibadah lima puluh tahun tidak bisa menyamai keluhan sakitnya
urat ini.