Ciri-ciri Keluarga Sakinah
Masyarakat Indonesia mempunyai istilah yang beragam terkait dengan keluarga yang ideal. Ada yang menggunakan istilah Keluarga Sakinah, Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rahmah(Keluarga Samara),
Keluarga Sakinah
Mawaddah wa Rahmah dan Berkah, Keluarga Maslahah, Keluarga Sejahtera, dan lain-lain.
Semua konsep keluarga ideal dengan nama yang berbeda ini sama-sama mensyaratkan
terpenuhinya kebutuhan batiniyah dan lahiriyah dengan baik. Berikut ini
disajikan tiga pendapat tentang ciri-ciri keluarga yang ideal tersebut.
Pertama, ada yang berpendapat bahwa ciri Keluarga Sakinah
mencakup hal-hal sebagai berikut:
1. Berdiri di atas fondasi keimanan yang kokoh
2. Menunaikan misi ibadah dalam kehidupan,
3. Mentaati ajaran agama,
4. Saling mencintai dan menyayangi,
5. Saling menjaga dan menguatkan dalam kebaikan,
6.Saling memberikan yang terbaik untuk pasangan,
7.Musyawarah menyelesaikan permasalahan,
8.Membagi peran secara berkeadilan,
9.kelompok mendidik anak-anak
10.berkontribusi untuk kebaikan masyarakat,bangsa dan negara
Kedua, organisasi Muhammadiyah
menggunakan istilah Keluarga Sakinah yang
dipahami sebagai keluarga yang setiap anggotanya senantiasa mengembangkan
kemampuan dasar fitrah kemanusiaannya, dalam rangka menjadikan dirinya sendiri
sebagai manusia yang memiliki tanggung jawab atas kesejahteraan sesame manusia
dan alam, sehingga anggota keluarga tersebut selalu merasa aman, tentram,
damai, dan bahagia. Lima cirinya adalah sebagai berikut:
1.Kekuatan/kekuasaan dan keintiman (power and intimacy).Suami
dan istri memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi dalam pengambilan
keputusan. Ini adalah dasar penting untuk kedekatan hubungan.
2.Kejujuran dan kebebasan berpendapat (honesty and freedom of
expression). Setiap anggota keluarga bebas mengeluarkan pendapat, termasuk
pendapat yang berbeda-beda. Walaupun berbeda pendapat tetap diperlakukan sama.
3.Kehangatan, kegenmbiraan, dan humor (warmth, joy and humor).
Ketika kegembiraan dan humor hadir dalamn hubungan keluarga, setiap anggota
keluarga akan merasakan kenyamanan
dalam berinteraksi. Keceriaan dan rasa saling percaya di
antara seluruh komponen keluarga merupakan sumber penting kebahagiaan rumah
tangga.
4. Keterampilan organisasi dan negosiasi (organization and negotiating).
Mengatur berbagai tugas dan melakukan negosiasi (bermusyawarah) ketika terdapat
bermacam-macam perbedaan pandangan mengenai banyak hal untuk dicarikan solusi
terbaik.
5.Sisten nilai (value system) yang menjadi pegangan bersama.Nilai
moral keagamaan yang dijadikan sebagai pedoman seluruh komponen keluarga
merupakan acuan pokok dalam melihat dan memahami realitas kehidupan serta
sebagai rambu-rambu dalam mengambil keputusan.
Ketiga, Nahdlatul Ulama
menggunakan istilah Keluarga Maslahah
(Mashalihul Usrah), yaitu keluarga yang dalan hubungan
suami-istri dan orangtua-anak menerapkan prinsip-prinsip keadilan
(i'tida), keseimbangan (tawazzun), moderat (tawasuth),toleransi (tasamuh) dan
amar ma'ruf nahi munkar; berakhlak karimah; sakinah mawaddah wa rahmah;
sejahtera lahir batin, serta berperan aktif mengupayakan kemasiahatan lingkungan
sosial dan alam sebagai perwujudan Islam rahmatan lil'alamin.
Keluarga Maslahah memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1.Suami dan istri
yang saleh, yakni bisa mendatangkan manfaat dan faedah bagi dirinya,
anak-anaknya, dan lingkungannya sehingga darinya tercermin prilaku dan
perbuatan yang bisa menjadi teladan (uswatun hasanah) bagi anak-anaknya maupun
orang lain,
2.Anak-anaknya baik
(abrar), dalam arti berkualitas, berakhlak mulia, sehat ruhani dan jasmani,
produktif dan kreatif sehingga pada saatnya dapat hidup mandiri dan tidak
menjadi beban orang lain atau masyarakat,
3.Pergaulannya baik. Maksudnya pergaulan anggota kelurga itu
terarah, mengenal lingkungan yang baik, dan bertetangga dengan baik tanpa
mengorbankan prinsip dan pendirian hidupnya,
4.Berkecukupan rizki (sandang, pangan, dan papan). Ariy tidak
harus kaya atau berlimpah harta, yang penting bisa membiayai hidup dan
kehidupan keluarganya, dari kebutuhan sandang, pangan, dan papan, biaya
pendidikan dan ibadahnya.
